Wednesday, February 2, 2011

Bicara Kenangan

Bicara soal kenangan, apa yang akan saya dapat dari kenangan? Mungkin kesedihan jika kenangan itu begitu menyentuh. Mungkin tawa bila kenangan itu indah dan lucu. Mungkin juga dendam karena kenangan yang sangat menyakitkan.
Saya tau bahwa saya tidak akan hidup dalam kenangan. Jika itu saya lakukan, brarti itu menandakan saya selalu melihat kebelakang dan tidak berusaha untuk maju menghadapi masa depan. Atau mungkin saya hanya sedikit menghargai kenangan, karna kenangan itu telah membuat saya lebih menghargai hidup, menghargai orang lain dan memberi hal baru saat saya mulai jenuh dengan apa yang saya jalani saat ini. Mungkin bagi saya, lebih baik untuk membuat sebuah kenangan baru.

Bicara soal kenangan pasti berhubungan dengan orang-orang yang special di dalam hidup saya. Orangtua, saudara, sahabat, dan orang-orang yang berhasil membuat saya jatuh cinta. Mengapa saya sebut “orang-orang” dan bukan seseorang? Karena mereka yang pernah berhasil membuat saya jatuh cinta adalah orang-orang yang sangat special di mata saya. Saya selalu menghargai apa yang pernah mereka lakukan untuk saya. Dan saya selalu mengenang hal-hal baik yang mereka buat/tularkan pada saya, namun melupakan hal-hal buruk yang pernah mereka lakukan. Bagi saya, mereka yang pernah membuat saya jatuh cinta adalah orang-orang yang mengajari saya tentang hidup dan bagaimana menjalaninya atas nama cinta. Jika bukan karena mereka saya tidak akan pernah mengenal cinta. Sekali lagi, sebut saya puitis, tuding saya dengan sebutan penggombal dan pandang saya sebagai pemimpi yang kesiangan… tapi itulah saya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Hidup dengan kenangan itulah saya. Tapi hidup dalam kenangan bukanlah saya. Karna bagi saya, membuat sebuah kenangan baru atau membuat sesuatu yang nantinya dikenang tampak nya lebih indah dibanding hidup dalam kenangan. Demi kenangan... dan sesuatu yang nantinya aku kenang.. mari kita rayakan semua ini dan mabuk bersama sebotol Jack Daniel's yang kubeli sore ini... Cheers..!

Saturday, October 23, 2010

Jangan Panggil Gelapku Lagi...

ini diriku sayang.. dimana gelap dan hitam adalah sisi terbaiku. dan ku yakin engkau pun telah lebih dahulu tau tentang itu. aku nyaman di sisi misterius ku hingga rahasia besar begitu sederhana ku sembunyikan di lubuk hati.. aku damai dalam kelamku yang seakan begitu indah untuk kunikmati. hitamku pekat sayang. dan gulitaku begitu gelap. ku coba untuk menjadi terang, tapi ternyata gelisah selalu menyilaukan mata hatiku.. bahkan pernah ku coba menjadi putih, tapi nyaman tak mendekap ku dengan hangat. akhirnya aku mencoba menjadi abu-abu, agar hitam dan putih masih bisa bersama. dan inilah sisi terbaik yang bisa kuciptakan. tapi jangan pancing gelapku lagi sayang.. jangan panggil hitamku lagi.. jangan rangsang pengap memerangkap emosiku lagi.. karna harusnya kau tau.. membencimu adalah hal yang paling melelahkan…

Sunday, October 10, 2010

Idul Fitri 1431 H

Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan ku yang pernah ada.

MINAL AIDIN WALFA IDZIN

- Mohon Maaf Lahir Bathin -

- Happy Lebaran 1431 H -

- Sigit Kurniawan Sekeluarga -




Thursday, August 19, 2010

saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !

Foto disadur dari --> http://harysasmitadody.wordpress.com
Good Story from XPage Anto (You Rock! Cuy...)

Satu jawaban yang bikin saya terpukul ...jauh dan sangat jauh menuju bumi ...
" saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !" ... terlontar dari mulut seorang bapak empat anak, seorang suami dari istri yang sakit sakitan.... dialah yang sering memungut sampah di bak sampah rumah saya setiap pagi ...

saya ajak dia ngopi bareng selepas subuh ... senang rasa-nya saat meneguk kopi hitam panas yang saya hidangkan ...
saya ajak dia sarapan pagi seadanya ....bingung rasa-nya saat menggenggam sendok dan memilih lauknya ......

"ayo pak dimakan" ...
"saya ngga pernah makan pagi...cep, suka sakit perut " tapi tetap dia mengambil piring dan sendok yang saya sodorkan ... saya tau dia mau ...


"pak, berapa yang dikasih dari RT/RW untuk mungutin sampah warga sebulan..?"
" tiga ratus ribu perbulan ...cep"
"cukup pak ...? ..pertanyaan tolol yang saya lontarkan ... dan mungkin pertanyaan ini juga dilontarkan orang orang tolol yang rakus akan harta dan stress akan kekurangan uang, .... kenapa saya dan kalian tolol ... karena seharusnya tau mana cukup tiga ratus ribu untuk menghidupi empat anak dan seorang istri yang tidak bekerja dan sakit sakitan setelah melahirkan anak bungsunya tiga tahun lalu.

" ah pak dicukup cukupin aja, kadang selesai dzuhur setelah mengambil sampah , saya cari orang yang mau saya bantu , untuk pemasukan sehari harinya ... babat rumput halaman, bantu angkat angkat barang dll, berapa....? yah seikhlasnya saja dikasihnya ."

sombong saya berkata " udah kasih aja seratus atau dua ratus ribu itung itung membantu sesama" .... tapi sejenak tangan saya terhenti di saku ..........

inikah yang sering di lakukan orang orang sombong, yang bergelimang harta , dengan dalih kemanusian gampang bersimpati pada keadaan..... tapi kasian juga dan nanti apa kata orang kalau saya dijuluki si kikir.

kaget saya mendengar saat dia berkata
" saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !" ....toh kalo saya dikasih uang banyak juga saya masih blm tau buat apa , karena saya dan keluarga sudah terbiasa dengan kondisi sekarang... ya saya hanya mencari ridho allah SWT. " jawabnya polos

----------------------------------------------------------------------------
perjalanan saya kekantor pun penuh dengan diam , tertunduk malu akan keadaan
butuh pemikiran mendasar untuk memahami keihklasan beliau dalam hidup ......

" saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !"
" saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !"
" saya ikhlas dengan kemiskinan saya sekarang !"

Monday, August 16, 2010

Marah Pada Entah...



hari ini aku marah pada entah. menyempitku otakku yang memang telah terjepit. ingin teriak hingga serak. butuh sepi dan ingin sendiri. mendekap sunyi. menghilang dari bumi. menjauh dari pijarnya mentari. Aku jengah. muak dengan segala kesabaran yang dipaksakan. Lelah dengan rasa ketidak mengertian.


teriak ku hingarkan hati. pekak-kan jiwa. hingga aku lemah. inginkan gelap yang pekat. berharap disana bisa kutemukan kedamaian. menemukan asa. menumpahkan kecewa. memecahkan retak yang berderak di dada. mencumbu malam gulita yang pekat. aku damai kini. di sudut kosong yang tak berpenghuni. sesaat aku ingin berhenti dan tak ingin kembali. menikmati suasana hati yang masih ingin memaki.
http://ficklaotze.files.wordpress.com/2009/09/angry-man.jpg
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews